Kurikulum Pendidikan Indonesia dalam Krisis Kesadaran: Kritik dan Tawaran Transformasi Kesadaran Melalui Pelatihan Sehari “Bedah Kurikulum”

Authors

  • SYIHABUL IRFAN Universitas Islam Majapahit Author

Keywords:

transformasi kesadaran, krisis kesadaran, bedah kurikulum

Abstract

Kurikulum pendidikan Indonesia saat ini menghadapi kritik tajam karena dianggap gagal memanusiakan peserta didik dan justru melanggengkan pola pikir sempit. Artikel ini menawarkan analisis provokatif terhadap masalah mendasar kurikulum Indonesia dengan menggunakan kerangka Teori Transformasi Kesadaran yang dikembangkan oleh Reza A.A. Wattimena. Teori ini membagi tingkat kesadaran manusia menjadi lima bentuk (distingtif-dualistik, imersif, holistik-kosmik, meditatif, dan kekosongan) dan dapat dipakai sebagai alat bedah filosofis. Melalui kegiatan pengabdian masyarakat berupa pelatihan sehari “bedah kurikulum”, penulis dan para peserta (guru dan pendidik) mengkaji bagaimana kurikulum nasional cenderung beroperasi pada level kesadaran rendah (distingtif-dualistik) yang ditandai oleh fragmentasi pengetahuan, penekanan pada kepatuhan dan hafalan, serta ketiadaan ruang untuk pengembangan kesadaran kritis dan holistik. Hasil diskusi dan refleksi menunjukkan perlunya transformasi kurikulum berlandaskan kesadaran baru yang lebih holistik, reflektif, dan membebaskan. Pembahasan artikel ini menegaskan bahwa tanpa perubahan fundamental menuju kurikulum berbasis kesadaran yang lebih tinggi, sistem pendidikan akan terus menghasilkan konflik batin, dogmatisme, dan keterasingan. Sebaliknya, kurikulum yang ditransformasi dengan kesadaran holistik-meditatif diyakini dapat melahirkan peserta didik yang kritis, berwelas asih, mandiri, dan mampu berkontribusi bagi perdamaian serta keadilan sosial. Artikel diakhiri dengan rekomendasi langkah konkret merombak kurikulum berorientasi kesadaran baru, sehingga pendidikan benar-benar menjadi sarana pencerahan dan pembebasan.

Downloads

Published

2026-01-22