Dampak Otomatisasi dan Kecerdasan Buatan terhadap Transformasi Profesi Penerjemah di Era Digital

Authors

  • Silva Anggi Lestari Universitas Terbuka Author

Keywords:

kecerdasan buatan, otomatisasi, profesi penerjemah, transformasi digital, post editing, neural machine translation

Abstract

Perkembangan pesat teknologi kecerdasan buatan (AI) dalam bidang penerjemahan telah memicu kekhawatiran tentang masa depan profesi penerjemah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak otomatisasi dan AI terhadap transformasi peran, keterampilan, dan peluang kerja penerjemah di era digital. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka dan analisis konten terhadap literatur terkini, artikel ini mengkaji bagaimana teknologi neural machine translation (NMT) dan large language models (LLM) telah mengubah lanskap industri penerjemahan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa alih alih menggantikan penerjemah manusia secara total, otomatisasi justru mendorong pergeseran paradigma dari model kerja manual menuju kolaborasi manusia mesin melalui praktik post editing. Temuan utama mengidentifikasi empat area transformasi kunci: perubahan alur kerja teknis, lahirnya spesialisasi baru seperti transcreation dan lokalisasi, meningkatnya kebutuhan literasi digital, serta munculnya tantangan etis seputar hak cipta dan bias algoritmik. Penelitian ini menyimpulkan bahwa keberlanjutan profesi penerjemah bergantung pada kemampuan beradaptasi dengan teknologi, pengembangan keterampilan bernilai tambah yang tidak dapat direplikasi mesin, serta reformasi kurikulum pendidikan penerjemahan yang responsif terhadap perkembangan digital. Kontribusi penelitian ini terletak pada pemetaan komprehensif transformasi profesi penerjemah serta rekomendasi strategis bagi akademisi, praktisi, dan lembaga pendidikan dalam menghadapi era disrupsi digital.

Author Biography

  • Silva Anggi Lestari, Universitas Terbuka

    Sastra Inggris, bidang penerjemahan, Universitas Terbuka, Indonesia.

Downloads

Published

2026-02-23